Prestasi non akademik bidang bakat minat kembali di ukir oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fisip Unila. Pada kesempatan ini, Saskia Nabila (NPM 2416051053) berhasil menjadi Juara 3 Pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Lampung Selatan 2026. Gadis berkulit putih langsap, berhidung mancung, berhijab, bertubuh ramping dengan berat badan 47kg dan tinggi badan 165cm, dan kelahiran Lampung Selatan November 2006 ini berhasil menyingkirkan 32 calon muli lainnya dalam ajang Pemilihan Muli Mekhanai Kab. Lampung Selatan Tahun 2026. Muli adalah sebutan untuk duta wisata daerah dengan jenis kelamin perempuan. Sedangkan Mekhanai sebutan untuk duta wisata daerah dengan jenis kelamin laki-laki.

Saskia, panggilan akrabnya, adalah anak kedua dari tiga bersaudara buah hati dari pasangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Bapak Muhamad Daud, S.E, M.M selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kab. Lampung Selatan dan Ibu Riani Apriani selaku Kepala Bidang Pelatihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kab. Lampung Selatan. Menurut Saskia, informasi pendaftaran pemilihan Muli Mekhanai diketahui berasal dari Dinas Pariwisata. “Saya memperoleh informasi Lomba Pemilihan Muli Mekhanai dari ibu saya yang juga bekerja di Disnaker,” ucapnya. Saskia juga memperoleh informasi tentang persyaratan lomba Muli Mekhanai dari IG @ikatan_mulimekhanai_lamsel. “Dalam formulir data diri, saya diminta menuliskan berat badan, tinggi badan, penguasaan bahasa, melampirkan foto close up setengah badan dan full badan dengan dresscode hitam, riwayat penyakit/kesehatan, dan alamat lahir,” jelas Saskia. Pendaftaran muli-mekhanai di buka selama satu minggu dan Saskia mewakili Kec. Tanjung Sari Kab. Lampung Selatan.

Tahap pertama pemilihan Muli Mekhanai adalah tes tertulis. Dalam tes ini peserta menjawab 100 soal dalam waktu 120 menit. Materi tes diantarannya wawasan pariwisata lokal dan nasional, wawasan tentang isu sosial, isu geopolitik internasional, kemampuan bahasa Ingris dan bahasa Lampung. Selanjutnya, dilakukan tes wawancara pada hari yang sama. “Saat wawancara saya menghadapi 3 juri bidang pariwisata, juri bidang budaya Lampung, dan juri bahasa Inggris,” jelas Saskia. Peserta juga diminta mempresentasikan keunggulan dan potensi diri, serta melakukan sesi interview dengan dewan juri dalam bahasa Inggris. Peserta juga ditanya tentang sejarah Lampung, dialek Lampung, filsafat Lampung, serta peran Muli Mekhanai dalam mengajak generasi muda agar cinta budaya lampung. Di bidang pariwisata perserta harus menjawab pertanyaan tentang peran Muli Mekhanai dalam memajukan pariwisata di Kab. Lampung Selatan.

Tahap kedua peserta diminta menyampaikan visi-misi dan program kerja untuk memajukan budaya dan pariwisata di Kab. Lampung Selatan. “Saat itu saya meyampaikan program saya yang berjudul The Complete of South Lampung,” kata Saskia. Dalam program atau advokasi ini tidak hanya memperkenalkan potensi wisata pantai di Kab. Lampung Selatan, tetapi juga potensi wisata dataran tinggi di pegunungan Rajabasa dan Krakatau, air terjun Way Kalam dan Way Tayas, wisata buatan Krakatau Park, dan desa wisata Kelawi. Desa wisata Kelawi-Minang Rua memiliki keunikan yaitu desa yang belum bersedia menerima listrik negara, dan lebih memilih menggunakan genset pada malam hari. Desa ini juga berdampingan dengan pantai yang sering disebut Green Canon Minang Rua yang memiliki air pantai berwarna hijau kebiruan. Di pantai desa ini juga dapat dilakukan aktifitas snorkling, kano, paint ball, speedboat, dan aktifitas berkeliling pulau. Pada sesi talent show, Saskia menampilkan bakat puisi tentang Lampung selama 4 menit di depan 3 dewan juri dan para peserta lomba.

Tahap ketiga adalah pembekalan dan beauty class. “Dalam pembekalan diajarkan tentang wawasan pariwisata, teknik memajukan pariwisata, dan teknik 3B (braind, beauty, behavior),” jelas Saskia. Dalam beauty class peserta diajarkan teknik menghapus make up dan cara merias diri. Setelah tiga tahap ini berakir, Saskia berhasil menyingkirkan 25 calon Muli dan berhasil masuk 10 besar calon Muli. Peserta yang lolos TOP 10 harus menyiapkan speech tentang Kab. Lampung Selatan selama satu menit. “Saat itu saya speech tentang potensi-potensi budaya dan pariwisata di Kab. Lampung Selatan dalam bahasa Inggris”, jelas Saskia.

Tahap keempat adalah tahap grand final. Pada tahap ini TOP 10 peserta diminta untuk menyampaikan speech-nya selama satu menit. Kriteria speech adalah kepercayaan diri, kelancaran menyampaikan speech, dan isi/materi speech peserta. “Alhamdulillah pada grand final saya masuk TOP 6”, jelas Saskia. Sesi selanjutnya, peserta TOP 6 diminta untuk mengambil blind question dan diwajibkan menjawab pertanyan dalam blind question tersebut. Saat itu Saskia memperoleh pertanyaan tentang potensi pariwisata apa yang paling maju di Kab. Lampung Selatan dan bagaimana cara memperkenalkan pariwisata tersebut hingga berkelanjutan. Sesi selanjutnya adalah rapat dewan juri untuk penentuan Juara 1 – 5 Muli Mekhanai Kab. Lampung Selatan 2026. “Alhamdulillah saya berhasil menjadi Juara 3 Muli Kab. Lampung Selatan 2026”, pungkas Saskia.

Logo Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila
Terpisah Ketua Jurusan Ilmu Admonistrasi Bisnis, Dr. Ahmad Rifa’i, S.Sos, M.Si menyampaikan rasa bangganya atas prestasi ini. “Kami sangat bergembira anak didik kami berhasil menjadi juara dan mampu mengangkat informasi tentang pariwisata di Kab. Lampung Selatan,” jelasnya. Prestasi ini sekaligus sebagai bukti bahwa calon-calon Alumni Bisnis Unila (Abinila) selain memiliki kemampuan akademik yang tinggi juga memiliki pemahaman tentang lingkungan sekitar dan juga memiliki keperdulian tinggi terhadap kemajuan daerah. “Semoga prestasi para calon Abinila akan membantu dan bermanfaat bagi mereka dalam mencari dan meng-create pekerjaan”, jelasnya.